Kerasnya Persaingan Negara Afrika

 "Pas saat sebelum pemanasan, salah satunya pemain tiba ke saya dan berbicara: `Saya tidak dapat bermain`. Saya menanyakan: `Apakah kamu cedera?` Ia berbicara: Agen Slot Terpercaya `Tidak, petugas peralatan itu lupa bawa sepatu saya.` Hotel itu jauh sekali hingga ia tidak dapat bermain. Drogba berbicara kepadaku: `Sven, ini Afrika. Seperti ini'," kata Eriksson ke BBC.

Apa yang dirasakan Eriksson, cuma beberapa kecil dari cerita masalah kurangnya perhatian liga sepakbola di beberapa negara Afrika ke timnas. Di Piala Dunia 2014, Kamerun dan Ghana pernah jadi pusat kabar berita karena ketertinggalan bonus.

Beberapa pemain Ghana bahkan boikot latihan sebagai perlakuan protes karena belum mendapatkan bonus karena sukses maju ke Piala Dunia 2014. Permasalahan itu baru terselesaikan sesudah Pemerintahan Ghana mengirimi uang kontan seniali tiga juta dolar AS lewat pesawat. Tidaklah aneh federasi sepakbola Ghana sekarang ini disetop karena kasus korupsi.

Kurangnya infrastruktur jadi penyebab terhambatnya Togel Hari Ini prestasi negara Afrika di Piala Dunia. Benua Afrika ialah gudangnya pemain sepak bola berpotensi. Banyak pemain sepak bola asal Benua Hitam itu yang bermain di persaingan dan club hebat dunia. Tetapi, keberhasilan Afrika dalam cetak pemain sepak bola berpotensi bukan lantaran hasil tempaan sekolah tinggi atau persaingan lokal. Rerata pemain Afrika yang sukses ialah mereka yang semenjak umur muda telah mengelana ke Eropa.



"Terkadang Anda bahkan juga tidak dapat bermain karena lapangannya kurang cukup baik. Kami perlu meningkatkan semakin banyak infrastruktur karena kami banyak memiliki pemain berpotensi di Afrika - tapi kami tidak mempunyai liga yang lumayan bagus," kata bek Kamerun, Gaetan Bong.


Sepakbola Afrika mungkin diliputi beragam persoalan non-teknis yang mengakibatkan ramalan Pele belum jadi realita. Walau demikian, di Piala Dunia 2018 wakil Afrika berkesempatan dapat membenahi perolehannya. Maknanya, menjadi juara kemungkinan masih jadi hal yang susah. Tetapi untuk dapat capai (minimal) set semi-final, kesempatannya cukup terbuka.


Di Piala Dunia 2018, Afrika tempatkan Mesir, Maroko, Tunisia, Nigeria, dan Senegal sebagai wakil yang hendak bertanding di Rusia. Dari perincian negara yang tampil, terlihat ada perubahan kemampuan.


Umumnya dalam beberapa Piala Dunia paling akhir, negara sub-sahara seperti Kamerun, Nigeria, Senegal, sampai Pantai Gading memimpin daftar wakil Afrika di Piala Dunia. Tetapi ini kali, terlihat supremasi diambil pindah negara dari Afrika Utara. Ada tiga negara Afrika Utara: Mesir, Maroko, dan Tunisia.


Perubahan supremasi ini dipercayai dapat bawa angin peralihan untuk perolehan wakil Afrika di Piala Dunia. Pasalnya untuk beberapa negara Afrika Utara, pro-kontra di luar lapangan bukan suatu hal yang perlu dicemaskan.


Wartawan BBC Africa, Pian Edwards, mengutarakan jika umumnya negara Afrika Utara mempunyai infrastruktur sepakbola yang ideal. Responsibilitas di negara Afrika Utara diatur secara baik, hingga kurang terjadi permasalahan ketertinggalan pemberian bonus atau upah ke pemain. "Mereka lebih terorganisir dan ada responsibilitas yang semakin besar."


Disamping itu, biasanya negara Afrika Utara mempunyai pemain yang masak ditempa di sekolah tinggi sepakbola Eropa. Maroko misalkan, yang umumnya pemainnya sebagai hasil didikan team elit Eropa. Bahkan juga dari 23 pemain yang dibawa pelatih Herve Renard ke Rusia, 17 salah satunya sebagai pemain yang lahir dan besar di Belanda, Perancis, Jerman, Spanyol, sampai Belgia.


Tidak cuma Maroko, Tunisia skuatnya dikuasai oleh pemain yang terlahir di luar negeri. Beberapa pemain Tunisia yang lahir dan tumbuh di Perancis, satu diantaranya Wahbi Khazri.

Postingan populer dari blog ini

Previous Nirvana Infant Refiles Fit Over Cd Deal with - Spencer Elden

Leader Board Races vs. Slots Tournaments

Overlooked exotic illness (NTDs) are actually approximated towards impact